Hal-hal yang bisa dibuat Keuskupan Menanggapi Pernas Komkep
Posted: 16 March 2006 10:53 : www.gsn-soeki.com/wouw/
Kelompok 1

Bagaimana orang muda menjadi agen-agen sosial?
Bagaimana mendidik orang muda terampil dalam hidup?
Membangun komitment bersama dalam menanggapi globalisasi: eg. Tidak makan produksi xxdofood (latarbelakang penghargan pada kesehatan).

Larantuka: ada pertemuan skala kecil dan besar. Mensosialisasikan ke dekenat-dekenat. Kesulitan dana.
Malang: 5 % kolekte untuk orang muda, mulai tahun 2003 sampai seterusnya. Ini bukti kepedulian keuskupan pada pembinaan orang muda. Dengan demikian ketua komkep tidak sibuk mencari duit.
Pontianak:
Palembang: 99 dan 04 pendidikan politiką penyadaran peran kaum muda dalam masyarakat. Ada banyak kegiatan untuk kaum muda sejak tahun 2003. Tahun 2004 sebagai tahun kaum muda. Mulai dengan bahan advent dari kepemudaan. Baik kalau bikin program terpadu. Temu Akbarą skenario building (akan ada yang disiapkan secara khusus)
Semarang: Tema: Orang Muda Menciptakan Komunitas Harapan. Program tahunan akan berjalan bisa. Hal-hal yang menyangkut kegiatan bersama akan dibicarakan bersama teman-teman muda, mereka menginginkan apa.
Jakarta: ada banyak program baik di Jakarta, tapi peminatnya sedikit. Ingin mengenali apa yang diinginkan anak muda. Memang tidak mudah mengenali keinginan orang muda. Pelatihan-pelatihan itu memang tidak populer, tapi itu mesti tetap dilakukan. Th. 2005 akan mengadakan refleksi untuk perbaikan diri sehingga bisa sambung dengan keinginan orang muda. Divisi pendidikan: training untuk fasilitator. Dana pembinaan orang muda.


Kelompok 2

a. Samarinda: Mengadakan Temu Akbar di dua kevikepan. Nov: Kev. Pantai. Jan: Kev. Mahakam. Tema: Keterlibatan sosial kaum muda. Sosialisasi tema keterlibatan antaralain dilakukan dg lagu-lagu yang diambil dari kaset album Komkep KAJ "Ut Omnes Unum Sint". Membuat data base kaum muda.

b. Makassar: Sosialisasi kepada pastor-pastor agar para pastor mendukung th kaum muda 2005. Soaialisasi dg macam-macam media mis. Sticker,kalender, kaos, spanduk, surat edaran. Camping tiap kevikepan dimanfaatkan untuk sosialisasi. Okt: Toraja; Nov: Muna.

Catatan: Gema pernas dan Th Kaum muda hendaknya diusahakan agar tidak hanya nyaring di tengah kaum muda tetapi seluruh Gereja. "It's Time to Change!"

c. Jakarta: Raker kemarin memutuskan untuk membuat refleksi ttg keterlibatan orang muda dalam masyarakat. Sosialisasi dg media dan kegiatan yg sudah ada: APP, sticker,kaos, spanduk.Akan ada kegiataan riil di tengah masyarakat yakni di tengah Pedagang K5 dan K2. Pada bidang persaudaraan, akan dibuat acara dengan fokus bekerja bersama, tidak hanya soal keakraban.

d. Medan: Refleksi melalui APP 2005. Kerjasama dg komisi KS, Kateketik,Liturgi.

e. DIY: Membuat pendidikan politik 3 hari akhir Okt 2004 untuk orang muda teritorial. Menerbitkan brosur "Ngompoli (Ngomongin Politik Indnesia) Bersama Jesus" yg disampaikan bersama teks misa. Mulai membudayakan lingkaran-lingkaran diskusi di serambi gereja.


Pemikiran Lanjutan: Sepulang dari Raker K3WI 29 Sept-03 Okt 2004 Ciawi, Koordinator Propinsi Gerejawi segera mengajak para ketua komisi keuskupan sufragan untuk duduk bersama.

Selain itu, jaringan lain bisa digunakan.



Strategi:

(1) Lokal: Membuat kaos, sticker, spanduk, sepanjang tahun dg model menarik dan kalimat inspiratif. Mis: It's Time to Change" dll. Bisa pula dg lagu. Meski tidak semua kaum muda akan ikut pernas, tetapi justeru seluruh kaum muda merasa memiliki tahun kaum muda.

(2) Ada 3 yg akan dikirim dari tiap keuskupan ke Pernas. Diharapkan paling tidak 1 orang akan ikut SAGKI 2005, maka mesti tahu situasi umum Indonesia.

(3) Usul: Para uskup dimohon membuat Surat Sapaan untuk Umat tentang Tahun Kaum Muda 2005.


Sumber: http://www.tahunpemuda.org/index.php?option=com_content&task=view&id=24&Itemid=40