Surat Referensi Bagi Korban Pemecatan
Posted: 12 March 2006 20:37 : www.gsn-soeki.com/wouw/
Lazimnya, surat referensi kerja diberikan bagi karyawan yang mengundurkan diri atau diberhentikan dengan hormat (PHK) dari suatu perusahaan. Isi surat referensi itu sendiri umumnya menyatakan bahwa karyawan yang bersangkutan pernah bekerja di perusahaan tertentu dengan kondite yang baik.

Karena itu, biasanya perusahaan tidak memberikan surat referensi kepada karyawan yang dipecat karena suatu kasus. Tapi, masalahnya karyawan yang dipecat juga seringkali mengharapkan dan meminta referensi dari perusahaan yang bersangkutan. Hal ini bisa dimaklumi karena mereka pun membutuhkan surat referensi sebagai bekal mencari kerja di tempat lain.

Jika Anda bekerja sebagai staff personalia, memberi surat referensi pada karyawan yang resign tentu menjadi salah satu tugas Anda. Dan umumnya, surat referensi kerja itu sudah dibuat sesuai standarisasi perusahaan. Nah, jika Anda menghadapi dilema dalam pemberian surat referensi pada karyawan korban pemecatan, apa yang harus Anda lakukan?

Memang, surat referensi seolah sudah menjadi 'ijazah' untuk menyatakan seseorang telah bekerja di suatu perusahaan. Menurut ahli karir, fungsi utama dari surat referensi kerja adalah memberikan keterangan riwayat pekerjaan seseorang. Dan surat ini menjadi bukti kemampuan kerja seseorang, yang dilengkapi dengan 'kata-kata indah' "Telah bekerja dengan baik".

Jika perusahaan senang dengan prestasi kerja seseorang tentu tidak keberatan menyatakan nilai positif untuk karyawan tersebut. Namun jika prestasi karyawan itu buruk dan mengakibatkan dirinya dipecat, perusahaan jelas tidak bersedia mereferensikannya.

Namun jika karyawan yang dipecat tetap meminta referensi, berikan surat keterangan kerja tanpa menyebutkan seperti apa prestasinya selama ini. Karena tentu, bagaimanapun perusahaan tetap memiliki toleransi untuk tidak 'mematikan' masa depan seseorang. Karena itu untuk 'karyawan spesial' ini cukup sampaikan hal-hal yang netral tanpa kata-kata pujian namun juga tidak mendiskreditkannya. Kemudian diskusikan pada atasan Anda, bagaimana menyusun surat referensi kerja yang netral dan diplomatis. Selamat bekerja....!