Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home · Terbaru · Populer · Web Links 20 Nov 2008
GSN recommended web :
Motivator - Haryanto Kandani

Search

Artikel Web Link

GSN recommended:
Soeki Berbagi Pengalaman Mendapat Uang dari Internet

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi




Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .
Gila! Main Sedot di Tengah Antrean...
Minggu, 22 Juni 2008 | 21:57 WIB

MERANGIN, MINGGU- Di mana pun selalu saja ada orang atau sekelompok orang yang tega mencari keuntungan pribadi di tengah penderitaan orang lain. Di Kota Bangko, ibu kota Kabupaten Merangin, Provinsi Jambi, misalnya, sudah berhari-hari atau bahkan berbulan-bulan masyarakat harus antre untuk membeli bahan bakar minyak di SPBU. Bahkan ada pengendara dari luar kota yang akan berlibur harus belasan jam mengantre.

Di tengah situasi seperti itu, wartawan ANTARA, Minggu (22/6), menyaksikan adanya sekelompok orang justru dengan terang-terangan bolak-balik mengisi tangki sepeda motornya setiap kali mobil tangki selesai mengisi SPBU. Tak jauh dari SPBU yang masih dipenuhi antrean, mereka seenaknya menyedot premium dari tangki motornya untuk diisikan ke jeriken. Setelah itu, orang-orang itu kembali menyerobot antrean untuk mengisi tangki motornya.

Bahan bakar yang sudah dikemas dalam jeriken itu kemudian dijual dengan harga Rp 15.000 per liter atau bahkan sampai 350.000 per jeriken. Baik ke industri maupun ke pengendara yang tak ingin terjebak belasan jam tanpa kepastian mendapatkan BBM. Menulanya pun tak jauh-jauh amat dari SPBU.

Ironisnya, petugas SPBU, satpam, maupun polisi yang mengamankan antrean di SPBU itu terkesan membiarkan ulah sekelompok orang yang seenaknya mengeruk keuntungan di tengah penderitaan orang lain itu.

Para pengantre BBM pun hanya bisa menggerutu. Nursyadin, misalnya, mengaku sudah berkali-kali menyaksikan ulah oknum-oknum nakal itu setiap kali terjadi antrean BBM. "Kesalahan ini pada dasarnya ada di pemerintah yang tidak memikirkan rakyat. Rakyat sudah mengalah atas kenaikan (harga) BBM, kini dipersulit lagi mendapatkan BBM," ujar Iwan pengemudi kendaraan dari Padang yang turut antri satu harian di SPBU tersebut.

Para pejabat di tingkat kabupaten pun sepertinya tak peduli pada kondisi yang menyengsarakan rakyat itu. Mereka lebih sibuk menyiapkan pilkada kabupaten. Padahal, akibat keterlambatan pasokan dari Pertamina itu membuat rakyat sengsara. Harga premium di tingkat eceran di Merangin rata-rata Rp 15.000 per liter. Di Kota Jambi Rp 8.000 per liter.

Dan ini laporan terakhir, sampai Minggu malam ini, antrean sudah mencapai tiga kilometer. Terdiri dari ribuan sepeda motor dan mobil.

Sumber: Kompas.com

Posted: 23 June 2008 14:01170 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
No Ratings have been Posted.
Artikel Sebelumnya:
Raja Juan: Spanyol Patahkan Kutukan Hoodoo

Spanyol Lulus Ujian Mental

Terima Kasih, Maria Kristin!

Lima ABG Memerkosa Sepanjang Malam

Spanyol Singkirkan Italia

Artikel Lainnya:
Tidak Dipakai Lagi

Cara British Airways menghadapi rasialisme

Kisahnya Oprah Winfrey

Hati Seorang Ayah

(Free) Sample OLAY, benar2 gratis dan benar2 ada

(ads) Donaldstoys Mainan Anak

Windows XP Ditarik Dari Peredaran, Windows 7 Masih Belum Siap Luncur

Sudah dapat 2,7juta dari pekerjaan sampingan

(update) Lowongan pekerjaan (Freelance). Kerja di rumah. Bukan MLM

Kamu suka nge-blog? Berarti kamu bisa dapat uang dari KumpulBlogger! Gak bisa nge-blog? Sini kuajarin, gampang kok!



It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!