Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home · Terbaru · Populer · Web Links 5 Aug 2020
GSN recommended web :
Ide2 bisnis, ide2 blog dari Cosa Aranda





Search

Artikel Web Link

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi



Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .

Untuk mengundang Motivator Top Indonesia di Perusahaan / Organisasi Anda bisa kunjungi website dibawah ini:

Motivator Indonesia

Pulang ke Desa
Senin, 9 Juni 2008 | 09:57 WIB
Semenjak “Kampung Wisata” milik Hester Basuki di Desa Cinangneng, Kecamatan Ciampea, dekat Bogor, populer sekarang makin banyak tempat yang menyediakan fasilitas bagi anak-anak kota mengenal kehidupan pedesaan. Beberapa di antaranya bahkan dikembangkan menjadi semacam outbound bagi anak-anak. Di Ciputat, misalnya, ada “Tanah Tingal” yang diwariskan oleh almarhum Marsekal TNI AU Budihardjo.

Sekarang, tempat favorit saya untuk membawa cucu-cucu, sayangnya, terletak sangat jauh dari Jakarta. Jarak tempuh berkendara dari Jakarta sekitar empat jam. Letaknya di dekat Garut, sebelah Tenggara Bandung. Kebetulan, di sana ada dua tempat berdekatan yang cocok untuk membawa cucu-cucu berlibur.

Yang pertama adalah “Mulih k’ Desa”. Ini adalah sebuah rumah makan gaya tradisional. Beberapa saung (gubug) didirikan di antara pematang sawah, sebagai tempat makan bagi para tamu.

Dulu, tamu yang datang langsung disuguhi rangginang dan sukun goreng. Sekarang, suguhan berupa singkong goreng. Tehnya disajikan dalam sebuah ceret besar. Cangkir-cangkirnya terbuat dari kaleng (mug). Semuanya disajikan secara ndeso. Begitu juga piring-piringnya terbuat dari kaleng yang disebut ompreng, dengan lapisan enamel berwarna burik. Djadoel banget deh, pokoknya.

Ada satu item dalam menu yang disebut Nagalengan. Ini dapat dipilih bila kita makan berempat, karena porsinya memang untuk empat orang. Penyajiannya mirip ibu-ibu petani ketika mengantar makanan kepada suami yang sedang bekerja di sawah. Nasi liwet di dalam kastrol (periuk dari aluminum). Lauk-pauknya dimasukkan ke dalam rantang. Isinya: goreng ayam, tumis labu siam, ikan asin peda, semur jengkol, goreng tahu dan tempe. Perlu diingat, “goreng” dalam bahasa Sunda berarti “jelek”. Karena itu disebut goreng ayam, bukan ayam goreng.

Mungkin karena suasananya benar-benar otentik pedesaan dan sangat jarang dinikmati orang kota, maka semua makanan yang disajikan pun terasa ekstra nikmat.

Di “Mulih k’ Desa”, ada hamparan sawah yang dapat dikunjungi para tamu. Ada juga sepasang kerbau yang dapat dipegang dan dielus oleh anak-anak. Bahkan boleh juga ditunggangi bila berani. Demonstrasi membajak sawah juga sering dilakukan bila cukup banyak pengunjung.

Lapangannya yang cukup luas merupakan arena yang cocok bagi anak-anak melakukan permainan-permainan anak-anak desa. Misalnya, bermain egrang, perlombaan bakiak tandem, dan lain-lain.

Sebetulnya, “Mulih k’ Desa” juga memiliki beberapa pondok yang dibangun di tengah sawah. Pondok-pondok itu dapat disewa sebagai tempat menginap. Tetapi, saya lebih suka menginap di tempat lain, tidak jauh dari sana.

Tiga kilometer setelah ”Mulih k’ Desa” ada sebuah fasilitas penginapan unik yang sudah beberapa tahun sebelumnya dibuka. Namanya, “Kampung Sampireun”. Di resort and spa ini, bukan hanya anak-anak yang akan menikmati, melainkan juga mereka yang tergolong newly weds dan nearly deads.

“Kampung Sampireun” adalah kumpulan sekitar 15 pondok (bungalows) yang dibangun dari bambu dan kayu, mengitari sebuah situ (danau kecil) yang panjangnya sekitar 120 meter. Mengelilingi danau dibangun jalan untuk menghubungkan pondok satu dengan lainnya. Tetapi, sebenarnya, jalan utama untuk menuju tempat-tempat itu justru melalui danau. Dari lobby, tamu diantar dengan rakit besar atau perahu untuk menuju pondok masing-masing.

Setiap pondok memiliki perahu sendiri. Para tamu perlu belajar mengayuh perahu untuk menuju restoran, spa, atau lobby. Menyenangkan, ya? Saya bahkan menukar jatah olahraga saya dengan mengayuh sampan berputar-putar danau selama satu jam lebih.

Pemandangannya sangat indah. Khususnya pada saat matahari menjelang terbenam. Begitu juga pada pagi hari ketika matahari terbit. Hangatnya sang surya perlahan-lahan menggantikan malam yang dingin di sekitar danau. Saat yang sungguh tepat untuk berolahraga mengayuh perahu keliling danau.

Pada pukul setengah tujuh pagi, sebuah perahu dengan seorang pendayung dan seorang gadis pembuat surabi (serabi) berkeliling dari pondok ke pondok. Mereka menawarkan surabi sebagai hidangan pagi sebelum sarapan. Ada surabi kinca (dengan santan dan gula merah). Ada pula surabi oncom dengan sambal oncom yang lezat.

Setiap malam, perahu yang sama juga berkeliling danau menawarkan sakoteng (wedang sekoteng). Di atas perahu juga ada dua orang pemain kecapi suling yang terus-menerus memainkan instrumen musik mereka. Irama kecapi suling – au naturel, tanpa pengeras suara – yang mendayu-dayu di malam hari sungguh membuat pengunjung dapat merasakan suasana pedesaan secara lekat.

Ada satu hal yang saya rasa sedikit mengganggu di Kampung Sampireun. Yaitu, suara sepeda motor dengan knalpot terbuka masih mengganggu keheningan di tempat ini. Khususnya di malam hari. Kebisingan adalah pencemaran lingkungan yang jarang disadari orang.

Ya, desa memang selalu menimbulkan kerinduan tersendiri. Sebuah “kemewahan” yang tiada tara. Khususnya ketika usia kita semakin beranjak senja.


Bondan Winarno

Sumber: Kompas.com
Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]


Posted: 17 July 2008 23:532457 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
No Ratings have been Posted.
Artikel Sebelumnya:
Mak Eha dan Mbah Karto

Godaan Nikmat dari Gondangdia

Warung Multikultur Kota Medan

Raja Rasa: Suasana Desa Sunda di Ampera

Front Pemangsa Sate (Klathak)

Artikel Lainnya:
Renungan Harian Katolik RenunganPKarmCSE.com

(ads) Lowongan Kerja - Hairstylist - Jakarta

(ads) Lowongan Pekerjaan - Cashier untuk SPA - Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Therapist SPA Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Business Manager SPA - Jakarta

Koleksi ucapan/sms Selamat Tahun Baru 2011

Pesan Paus untuk para Imam: "Kita Harus nge-Blog"

Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia;; 5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki;; RS Omni Dirikan Kawasaki Center

Netbook HP (Notebook mini Hewlett-Packard) yang paling dicari saat ini: HP mini 1013TU, HP 1169, HP 1179

Melakukan Lima Usaha Marketing (3)


Iklan-iklan di bawah ini titipan dari Sponsor.GSN SOEKI tidak bertanggung jawab dengan isi iklan di bawah ini:




It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!