Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home Terbaru Populer Web Links 28 Jan 2020
GSN recommended web :
Ide2 bisnis, ide2 blog dari Cosa Aranda





Search

Artikel Web Link

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi



Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .

Untuk mengundang Motivator Top Indonesia di Perusahaan / Organisasi Anda bisa kunjungi website dibawah ini:

Motivator Indonesia

Public Speaking 4
rgds,
-soeki-
Koleksi Semua Artikel Menarik: http://www.gsn-soeki.com/wouw/
----------------------------

From: Ami

VIII. Jangan tiru orang lain : jadilah diri Anda sendiri

Saya datang ke New York pertama kali untuk belajar di American Academy of Dramatic Arts, saya bercita-cita untuk mejadi seorang actor. Saya memiliki apa yang saya kira sutau ide yang brilian, suatu jalan pintas menuju sukses. Rencana saya untuk mencapai keunggulan adalah sedemikian sederhana, sedemikian mudah, sehingga saya tidak dapat mengerti mengapa ribuan orang yang berambisi belum menemukan cara ini. Rencana saya begini: Saya akan mempelajari actor-aktor terkenal pada saat itu - John Drew, E. H. Sothern, Walter Hampden, dan Otis Skinner. Kemudian saya akan meniru hal-hal terbaik dari masing-masing mereka dan membuat diri saya menjadi suatu kombinasi dari semuanya yang berkilau dan berjaya. Betapa bodohnya! Betapa tragisnya! Saya terlanjur menghabiskan bertahun- tahun kehidupan saya meniru orang lain, sebelum tembus ke dalam kepala saya yang keras ini bahwa saya harus menjadi diri saya sendiri, dan bahwa saya tidak mungkin jadi orang lain.

Untuk menggambarkan maksud saya: Bertahun-tahun yang lalu, saya mulai menulis sebuah buku terbaik yang pernah ditulis mengenai cara berbicara di depan umum untuk para usahawan. Saya mempunyai ide bodoh yang sama dalam menulis buku ini, yang dulunya saya miliki dalam dunia peran: saya akan meminjam ide-ide banyak penulis lain dan menyatukannya ke dalam satu buku - sebuah buku yang mempunyai semuanya. Maka saya mengumpulkan buku-buku mengenai berbicara di depan umum dan menghabiskan waktu bertahun-tahun ide mereka ke dalam naskah saya. Tapi akhirnya sekali lagi terpikir oleh saya bahwa saya bersikap bodoh. Gado-gado ide orang lain yang telah saya tulis begitu sintetis, begitu membosankan sehingga tidak seorang usahawan pun akan mau membacanya sampai selesai. Maka saya lemparkan pekerjaan setahun le dalam keranjang sampah, dan mengulangi dari awal. Kali ini saya mengatakan kepada diri saya: "Kamu harus menjadi Dale Carnegie, dengan segala kekurangan dan keterbatasannya. Kamu tidak mungkin bisa menjadi orang lain." Saya berhenti mencoba menjadi kombinasi orang lain, dan menggulung lengan baju saya dan melakukan apa yang seharusnya sudah saya lakukan dari dulu: Saya menulis sebuah buku teks mengenai berbicara di depan umum berdasarkan pengalaman dan pengamatan dan keyakinan saya sendiri.

Mengapa Anda tidak mengambil pelajaran dari usaha saya yang sia-sia tadi? Jangan coba meniru orang lain.

Jangan takut menjadi diri Anda sendiri

Jadilah diri Anda sendiri. Bertindaklah sesuai nasihat bijaksana yang diberikan oleh Irving Berlin kepada almarhum George Gershwin. Ketika Berlin dan Gershwin pertama kali bertemu, Berlin sudah menjadi musikus terkenal - tetapi Gershwin adalah seorang komposer muda yang masih bergelut dalam perkerjaan dengan bayaran tiga puluh lima dolar per minggu di Tin Pan Alley. Berlin, yang terkesan dengan kemampuan Gershwin, menawarkan Gershwin pekerjaan sebagai sekretaris musik dengan bayaran hampir tiga kali lipat gaji yang saat itu diterimanya. "Tapi jangan terima pekerjaan ini," saran Berlin. "Kalau kamu ambil, kamu mungkin akan bertumbuh menjadi Berlin nomor dua. Tapi kali kamu berkeras menjadi dirimu sendiri, suatu hari nanti kamu akan menjadi Gershwin nomor satu."

Gershwin mengindahkan peringatan itu dan perlahan-lahan mengubah dirinya menjadi salah satu seorang komposer Amerika berpengaruh di generasinya.

"Jadilah dirimu sendiri! Jangan tiru orang lain!" Itu adalah nasihat yang sehat, baik dalam musik, menulis, maupun berbicara. Anda adalah seorang yang unik. Bersukacitalah akan hal itu. Tidak pernah, sejak dunia ini dijadikan, ada orang yang persis seperti Anda; dan tidak akan pernah lagi, sepanjang waktu yang akan datang, akan ada orang yang persis seperti Anda. Jadi gunakan individualitas Anda dengan sebaik-baiknya. Apa yang Anda katakan haruslah menjadi bagian dari diri Anda, jaringan tubuh Anda yang hidup. Perkataan Anda seharusnya tumbuh dari pengalaman Anda, keyakinan Anda, kepribadian Anda, jalan hidup Anda.

Pada dasarnya, semua seni adalah otobiografis. Anda dapat menyanyikan apa Anda yang sebenarnya. Anda dapat melukis hanya sebagaimana Anda yang sebenarnya. Anda dapat membicarakan apa Anda yang sebenarnya. Anda harus menjadi seperti yang pengalaman, lingkungan, dan faktor keturunan Anda telah menjadikan Anda. Dalam keadaan yang baik maupun sulit, Anda harus memelihara taman Anda sendiri. Untuk keadaan yang baik maupun sulit, Anda harus memainkan instrumen Anda sendiri dalam orkestra kehidupan ini.

Seperti yang dikatakan oleh Ralph Waldo Emerson, sastrawan Amerika abad ke 18 dalam esainya, Self-reliance (Bersandar Pada Diri Sendiri):

"Ada suatu saat dalam pendidikan setiap manusia ketika dia tiba pada suatu keyakinan bahwa iri hati adalah kebodohan; bahwa peniruan adalah bunuh diri; bahwa dia harus menerima dirnya sendiri, baik maupun buruk, sebagai bagiannya; bahwa sekalipun alam semesta yang luas penuh dengan hal-hal yang baik, tidak sebiji pun jagung yang bergizi dapat diperolehnya tanpa melalui kerja keras yang dia limpahkan pada sebidang tanah yang diberikan kepadanya untuk digarap. Kekuatan yang berdiam di dalam dirinya adalah baru sifatnya, dan tidak seorang pun kecuali dirinya sendiri tahu apa yang dapat dilakukannya dan dia tidak akan tahu sampai dia mencobanya."

RINGKASAN

Cara Berkembang Dengan Cepat dan Mudah Dalam Belajar Berbicara Di Depan Umum

Berbicaralah mengenai sesuatu yang :
a. tentang mana Anda memiliki hak untuk membicarakannya, baik melalui maupun pengalaman.
b. Tentang mana Anda bergairah; dan
c. Tentang mana Anda berhasrat untuk mengutarakan kepada pendengar Anda.

I. Buat catatan singkat mengenai hal-hal menarik yang ingin Anda sebutkan.
II. Jangan tulis presentasi Anda.
III. Jangan, jangan, dan jangan hafal suatu presentasi kata demi kata
IV. Isilah presentasi Anda dengan ilustrasi dan contoh.
V. Ketahuilah lebih banyak mengenai topik Anda daripada yang akan Anda gunakan.
VI. Latihlah presentasi Anda dengan bercakap-cakap dengan teman-teman Anda.
VII. Daripada mencemaskan gaya penyampaian Anda, sibukkan diri Anda dengan penyebab-penyebab yang menghasilkan gaya penyampaian itu.
VIII. Jangan tiru orang lain. Jadilah diri Anda sendiri.




BAGIAN KEDUA

MEMBUAT PEMIRSA MENYUKAI ANDA

Oleh Dale Carnegie

Salah satu persoalan Anda sebagai seorang pembicara adalah membuat pendengar Anda menyukai Anda supaya apa yang Anda sampaikan didengar dengan simpati. Berikut ini adalah dua belas prinsip yang sudah teruji untuk menarik perhatian pendengar dan mempengaruhi pemirsa.

I. Anggaplah undangan untuk berbicara itu sebagai suatu kehormatan bagi Anda - dan katakanlah kepada pemirsa Anda.
Seberapapun besarnya dan apapun jenisnya, diundang berbicara kepada suatu kelompok hampir selalu merupakan suatu kehormatan. Itu sebabnya, sebagai tanda sopan santun yang baik, kita perlu menyatakan betapa kita menghargai kehormatan tersebut. Ini adalah salah satu cara untuk membuat pendengar Anda menyukai Anda.

Sembilan belas hari setelah serangan Jepang terhadap Pearl Harbor, Winston Churchill berbicara kepada kedua majelis Kongres Amerika Serikat. Dia memulai dengan mengungkapkan penghargaannya dalam kata-kata yang sejelas mungkin. "Saya merasa amat dihormati," demikian ia memulai, "bahwa Anda telah sedemikian rupa mengundang saya untuk berbicara memasuki Ruang Senat Amerika Serikat dan berbicara kepada wakil-wakil dari Kongres dan senat Amerika Serikat. Kenyataan bahwa nenek moyang saya yang berkebangsaan Amerika telah, generasi demi generasi, menjalankan peran mereka dalam kehidupan negara Amerika Serikat dan bahwa saya ini, seorang Inggris, diterima ditengah-tengah Anda, membuat pengalaman ini menjadi salah satu pengalaman yang paling menggugah dan menggetarkan dalam hidup saya ..... Sayang sekali ibunda saya, yang kenangannya selalu saya bawa dalam hati saya sepanjang masa, tidak bisa berada di sini untuk melihat saya. Lagipula, saya tidak bisa tidak terpikir bahwa seandainya ayahanda saya orang Amerika dan ibunda saya orang Inggris, dan bukan sebaliknya, saya mungkin hanya bisa sampai di tempat ini dengan usaha saya sendiri."

Mantan Gubernur Thomas E. Dewet dari New York, memenangkan hati pemirsanya dengan membuka pidatonya di hadapan Forum Herald Tribune dengan kata-kata ini, "Saya merasa suatu kehormatan untuk menjadi pembicara penutup dalam Forum ini, yang dibuka oleh salah seorang Amerika yang terkemuka di jaman kita, Mr. Bernard Baruch."

Irvin S. Cobb, humoris Amerika, memang tahu cara membuat orang-orang Irlandia menyukainya dan melimpahinya dengan tepuk tangan. Cobb memulai pidatonya di hadapan Perhimpunan Sejarah Amerika-Irlandia dengan kata-kata berikut yang menghangatkan hati, "Bapak Ketua dan hadirin, saya tidak berbohong bila saya mengatakan kepada Anda bahwa saya lebih suka berada di sini malam ini, bertemu dengan perkumpulan pria dan wanita berdarah dan berketurunan Irlandia, daripada berada di ruang perjamuan lain mana pun di bumi ini. Sebab saya adalah seorang Irlandia dan saya tadinya tidak mengetahui hal itu; namun sekarang setelah saya mengetahuinya, saya lebih bangga tentang kenyataan itu dari hal apapun di bumi ini terkecuali dari kenyataan bahwa saya adalah seorang warga negara Amerika."

Saya ingin menekankan: Churchill, Dewey dan Cobb tidak sekedar mengucapkan kata-kata sopan santun. Mereka bersungguh-sungguh dengan apa yang mereka katakan. Mereka MEMANG merasa terhormat dengan undangan untuk menyampaikn pidato-pidato tersebut.


Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]


Posted: 23 April 2008 14:123572 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
No Ratings have been Posted.
Artikel Sebelumnya:
Public Speaking 7

Public Speaking 6

Public Speaking 5

Public Speaking 3

Public Speaking 2

Artikel Lainnya:
Renungan Harian Katolik RenunganPKarmCSE.com

(ads) Lowongan Kerja - Hairstylist - Jakarta

(ads) Lowongan Pekerjaan - Cashier untuk SPA - Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Therapist SPA Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Business Manager SPA - Jakarta

Koleksi ucapan/sms Selamat Tahun Baru 2011

Pesan Paus untuk para Imam: "Kita Harus nge-Blog"

Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia;; 5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki;; RS Omni Dirikan Kawasaki Center

Netbook HP (Notebook mini Hewlett-Packard) yang paling dicari saat ini: HP mini 1013TU, HP 1169, HP 1179

Melakukan Lima Usaha Marketing (3)


Iklan-iklan di bawah ini titipan dari Sponsor.GSN SOEKI tidak bertanggung jawab dengan isi iklan di bawah ini:




It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!