Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home Terbaru Populer Web Links 21 Jan 2020
GSN recommended web :
Ide2 bisnis, ide2 blog dari Cosa Aranda





Search

Artikel Web Link

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi



Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .

Untuk mengundang Motivator Top Indonesia di Perusahaan / Organisasi Anda bisa kunjungi website dibawah ini:

Motivator Indonesia

The Fed Bisa Percepat Pangkas Suku Bunga
The Fed Bisa Percepat Pangkas Suku Bunga
Selasa, 11 Mar 2008,
Sumber: Jawapos.com
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Sinyal Resesi, Dolar AS Terpuruk ke Level Terendah
LONDON - Bank sentral AS atau US Federal Reserve (The Fed) diperkirakan mengambil langkah pintas untuk mengatasi ancaman resesi di AS. Sebab, pengumuman The Fed Jumat (7/3) pekan lalu untuk menginjeksikan dana USD 200 miliar (sekitar Rp 1.840 triliun atau Rp 1,84 kuadriliun dengan kurs Rp 9.200 per USD 1) gagal meredakan kepanikan para investor di pasar.

Sejumlah analis menduga The Fed kemungkinan akan mempercepat rencana memangkas suku bunga dari jadwal pekan depan. Sebagian lain berspekulasi, The Fed akan memangkas federal funds rate (bunga pinjaman overnight antarbank) sebesar 75 basis poin (0,75 persen) menjadi 2,25 persen dalam pertemuan 18 Maret nanti.

"Sepertinya tak ada yang berjalan dengan benar di AS. Ekonomi bakal bergerak dari melemah ke situasi lebih buruk," ujar Francis Lun, analis pada Fulbright Securities, Hongkong. "Kondisi ekonomi AS sangat mengerikan. Jadi, The Fed mungkin akan pangkas suku bunga lebih cepat," tambah Mark Wan, chief analyst di Hang Seng Investment Services Ltd.

Sinyal bahwa ekonomi terbesar di dunia itu di ambang atau sudah dilanda resesi makin kuat. Hal ini dipicu laporan Departemen Tenaga Kerja AS akhir pekan lalu bahwa lapangan kerja nonpertanian pada Februari berkurang 63 ribu. Itu penurunan tertinggi sejak Maret 2003. Padahal, ekonom memprediksi ada tambahan 25 ribu lapangan kerja baru sebelumnya.

Hal itu kian memperparah situasi ekonomi. Negeri Presiden George W. Bush itu dibelit krisis subprime mortgage. Pertumbuhan ekonomi Amerika dipastikan melemah tahun ini. Makanya, penurunan suku bunga lanjutan sangat diperlukan untuk meredam gejolak.

Tapi, para analis juga mengakui itu bukan tanpa risiko. Jika hal tersebut terjadi, mata uang dolar AS bakal kian terpuruk.

"Para investor biasanya senang dengan penurunan bunga oleh The Fed. Tapi, dalam situasi ekonomi yang buruk saat ini, pemangkasan bunga mungkin akan mempercepat aksi jual dolar AS dan tak banyak membawa harapan di bursa," ujar Soichiro Monji, analis dan ahli strategi Daiwa SB Investments.

Greenback makin tidak berdaya setelah keluarnya laporan Departemen Tenaga Kerja AS. Kurs dolar AS terpuruk terhadap euro. Dalam sesi perdagangan pembukaan di Eropa kemarin, mata uang euro yang dipakai 15 negara Eropa menyentuh USD 1,5386 atau lebih tinggi ketimbang Jumat (7/3) lalu di New York di level USD 1,5335. Euro sempat mencapai USD 1,5463 setelah keluar laporan bulanan soal PHK (pemutusan hubungan kerja) tertinggi di AS dalam lima tahun.

"Data itu mengecewakan pasar sehingga semakin memperberat pemulihan nilai tukar dolar AS," kata Gary Thomson, analis CMC Markets. Dia meramal minggu ini euro bisa mencapai USD 1,55. Apalagi, jika The Fed kembali memangkas suku bunga.

Nilai tukar dolar AS di Asia juga terus melemah. Di Tokyo, dolar AS ditransaksikan JPY 102,03 siang kemarin atau melemah ketimbang di New York Jumat (7/3) lalu JPY 102,67."Data yang dirilis oleh Departemen Tenaga Kerja AS mengejutkan pasar. Itu makin memperkuat dugaan bahwa AS telah terseret resesi," ujar Shigeru Nakane, analis Resona Bank.

Greenback Jumat (7/3) lalu tertekan ke level terendah dalam delapan tahun ke posisi JPY 101,40 di New York. Menurut Daisuke Uno, chief strategist Sumitomo Mitsui Banking Corp., greenback bisa menyentuh level JPY 100 kecuali pemerintah Jepang melakukan antisipasi, seperti intervensi.

Tetapi, banyak analis menilai bahwa Jepang tidak akan membeli dolar AS demi yen dalam kondisi saat ini. Hal itu akan memicu masalah politik dengan Washington, karena membuat dolar AS kian melemah. (AFP/AP/RTR/ina/dwi)
http://www.gsn-soeki.com/wouw/
Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]


Posted: 06 April 2008 15:482081 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
No Ratings have been Posted.
Artikel Sebelumnya:
Diversifikasi Reksadana

Investasi RD Fortis Ekuitas di CommonWealth Bank

ORI 004 Serap Rp 13,4 Triliun

Bursa Asia Terpukul, Wall Street Dibuka Menguat

Reksadana Lebih Baik Long Term

Artikel Lainnya:
Renungan Harian Katolik RenunganPKarmCSE.com

(ads) Lowongan Kerja - Hairstylist - Jakarta

(ads) Lowongan Pekerjaan - Cashier untuk SPA - Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Therapist SPA Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Business Manager SPA - Jakarta

Koleksi ucapan/sms Selamat Tahun Baru 2011

Pesan Paus untuk para Imam: "Kita Harus nge-Blog"

Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia;; 5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki;; RS Omni Dirikan Kawasaki Center

Netbook HP (Notebook mini Hewlett-Packard) yang paling dicari saat ini: HP mini 1013TU, HP 1169, HP 1179

Melakukan Lima Usaha Marketing (3)


Iklan-iklan di bawah ini titipan dari Sponsor.GSN SOEKI tidak bertanggung jawab dengan isi iklan di bawah ini:




It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!