Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home Terbaru Populer Web Links 21 Jan 2020
GSN recommended web :
Ide2 bisnis, ide2 blog dari Cosa Aranda





Search

Artikel Web Link

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi



Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .

Untuk mengundang Motivator Top Indonesia di Perusahaan / Organisasi Anda bisa kunjungi website dibawah ini:

Motivator Indonesia

Menyembuhkan Luka Psikologis Akibat PHK di Tempat Kerja Baru
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Karyo akhirnya berhasil mendapatkan pekerjaan baru setelah berjuang selama satu setengah tahun setelah di PHK dari sebuah perusahaan otomotif. Dalam masa-masa perjuangan mendapatkan pekerjaan, ia telah menjalani puluhan kali wawancara dan test tertulis. Beberapa kali ia berhasil melewati beberapa tahap dalam penerimaan karyawan, namun ternyata pada tahap screening akhir ternyata orang lain yang diterima. Namun berkat kegigihan dan semangat pantang menyerah akhirnya ia diterima bekerja di sebuah perusahaan otomotif terkemuka. Teman-teman dan kerabatnya beranggapan bahwa ia adalah seorang yang beruntung karena berhasil mendapatkan pekerjaan dengan jabatan dan bidang pekerjaan yang sama dengan sebelumnya dan bekerja pada perusahaan besar dan terkemuka. Namun bagi Karyo semua itu tidak lagi terasa sebagai suatu "kemenangan". Ia menanggapi keberhasilan tersebut secara biasa-biasa saja. Ia bahkan masih risau memikirkan kelanjutan karirnya di perusahaan tersebut dan meragukan apakah ia mampu berprestasi dengan baik di tempat kerjanya yang baru ini.

Bagi anda yang pernah terkena PHK dan kemudian berhasil memperoleh pekerjaan baru, setelah melalui perjuangan yang sangat panjang, mungkin pengalaman Karyo pernah juga anda alami terutama pada saat-saat awal anda diterima bekerja. Perasaan kaget, tidak percaya bahwa itu benar-benar terjadi, ragu apakah setelah diterima akan mampu bekerja dengan baik, sulit mempercayai atasan atau perusahaan baru, atau bahkan mempertanyakan apakah ini benar-benar hasil usaha sendiri atau ada pihak lain yang ikut campur tangan, adalah sebagian gambaran dampak psikologis (saya lebih suka menyebutnya "luka psikologis") yang masih membekas pada individu yang baru diterima kerja pasca PHK. Pertanyaan yang patut diajukan adalah mengapa terjadi reaksi seperti itu dan apa yang sebaiknay dilakukan untuk menyembuhkan luka psikologis yang masih membekas di individu korban PHK tersebut?

Penyebab
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Berapa lamakah waktu yang dibutuhkan seseorang untuk membangun kembali rasa aman dan rasa percaya diri terhadap pekerjaan baru yang diperolehnya setelah sekian lama tidak bekerja? Jawabnya sangat tergantung pada faktor apa yang menyebabkan seseorang kehilangan pekerjaan. Bagi mereka yang terkena PHK massal akibat adanya perampingan perusahaan atau merger atau perusahaan bangkrut, mungkin akan merasa bahwa PHK bukanlah suatu kegagalan pribadi, karena itu mereka akan lebih mudah untuk membangun rasa aman dan percaya diri di tempat kerja yang baru. Bagi mereka yang terkena PHK secara tidak hormat mungkin akan merasa sangat malu dan terhina, apalagi jika PHK tersebut terjadi sebagai akibat kelalaian yang tidak disadari si korban. Bagi orang-orang dengan kondisi seperti ini mungkin akan lebih sulit dan dibutuhkan waktu yang relatif lebih lama untuk menumbuhkan kembali kepercayaan diri, rasa aman terhadap pekerjaan barunya dan kepercayaan terhadap rekan kerja serta perusahaan baru. Sebagian dari orang tersebut yang merasa dirinya "sangat berguna dan memiliki harga diri sangat tinggi", mungkin akan terus beranggapan bahwa PHK merupakan kerugian besar bagi perusahaan karena harus kehilangan "orang-orang terbaiknya". Sebagian lagi akan tinggal dalam kemarahan dan sakit hati, berusaha mencari "kambing hitam" atau mulai mengucilkan diri dan dirasuki oleh penyesalan yang mendalam.

Sementara itu, bagaimana individu bereaksi dalam menyikapi PHK akan sangat tergantung pada karakter individu masing-masing. Pada umumnya individu seringkali mengidentikkan dirinya dengan identitas perusahaan/organisasi. Kenyataan di lapangan menunjukkan betapa banyak orang yang selalu mengatasnamakan suatu perusahaan/organisasi, terlebih jika perusahaan/organiasi tersebut sudah terkenal, kemanapun ia pergi bahkan untuk urusan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan. Bagi orang-orang seperti ini pekerjaan merupakan simbol status dan harga diri yang tidak ternilai. Oleh karena itu mereka akan sangat terpukul dan seringkali bertindak kontraproduktif manakala harus kehilangan pekerjaan.

Bagi individu yang memandang kehidupan secara sangat pribadi dan subyektif, seperti disebutkan diatas, kehilangan pekerjaan dianggap sebagai penghinaan atau serangan terhadap pribadi. Mereka merasa dilecehkan dan mungkin sangat marah sehingga sulit berpikir secara obyektif. Jika kemarahan tersebut diarahkan pada dirinya sendiri, maka mereka mungkin masih akan terus merasa bahwa dirinya tidak berharga untuk jangka waktu cukup lama meskipun telah memiliki pekerjaan baru.
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Bagi individu yang memandang setiap kejadian secara obyektif dan rasional serta percaya bahwa segala sesuatu di jagat raya diatur oleh hukum tertentu, bersifat logis dan adil, kehilangan pekerjaan akan berarti kehilangan kendali terhadap diri sendiri dan alam sekitarnya. Kondisi tersebut membuat mereka kehilangan kepercayaan diri dan timbul ketakutan bahwa mereka tidak mungkin lagi dapat kembali ke kondisi seperti sebelum PHK.

Dari seluruh individu yang ada dalam satu perusahaan, menurut careerjournal.com, hanya ada sepertiga individu yang mengganggap bahwa pekerjaan adalah alat /kendaraan untuk menjalani kehidupan, bukan sebagai simbol status, stabilitas, penentuan harga diri atau pengendalian terhadap alam sekitar. Bagi individu seperti ini kehilangan pekerjaan tidak menimbulkan reaksi emosional yang kontraproduktif. Kehilangan pekerjaan bagi mereka dianggap sebagai suatu situasi sementara yang tidak nyaman tetapi tidak perlu merasa tertekan.

Siklus
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Karol Wasylyshyn, seorang psikolog, mengatakan bahwa setiap individu, apapun tipe atau temperamennya, akan mengalami suatu siklus yang disebut "DABDA" - denial, anger, bargaining, depression and acceptance - ketika kehilangan pekerjaan. Denial (penolakan) muncul ketika seseorang yang diberitahu akan di PHK mulai berkata: "Ini tidak mungkin terjadi pada saya". Selanjutnya karena penolakan tersebut tidak menghilangkan rasa sakit hati dan tidak menyebabkan realitas yang lebih baik maka timbul "Anger" (kemarahan), individu akan berkata: "Ini tidak adil! Perusahaan tidak dapat melakukan ini terhadap saya!". Namun karena ternyata "perusahaan" dapat saja melakukan PHK, maka si individu akan mencoba mengajukan Bargaining (penawaran): "Ok, jika gaji saya dipotong 25% perbulan, apakah saya masih tetap bisa bekerja?". Pada umumnya sangat jarang penawaran yang diajukan oleh karyawan akan diterima oleh perusahaan atau majikan. Oleh karena itu ketika penawaran tersebut gagal, maka individu akan memasuki depresi (Depression). Meskipun pada umumnya setiap individu mau tidak mau harus menerima keadaan yang terjadi dan sebenarnya merupakan suatu "happy ending", namun bagi sebagian orang dibutuhkan waktu dan kerja keras yang panjang untuk mencapai tahap penerimaan (Acceptance) tersebut.

Banyak diantara individu yang dapat melewati siklus tersebut dengan cepat dan memperoleh kembali keseimbangan hidup (equilibrium). Namun tidak jarang sebagian individu justru terjebak (berlama-lama) dalam salah satu tahap dari siklus tersebut. Mereka mungkin tetap menolak kenyataan dengan mengembangkan pandangan: "Suatu saat perusahaan akan menyadari kesalahannya dan akan datang memohon pada saya untuk bergabung kembali", atau masih tetap penuh amarah: "Awas kalian semua yang memecat saya, saya akan membalas penghinaan ini". Selain itu ada juga yang terjebak dalam depresi berkepanjangan yang sangat merugikan dirinya sendiri.

Apa yang Sebaiknya dilakukan?
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Bagaimana seseorang memperoleh kembali rasa percaya diri dan dapat memiliki kepercayaan terhadap orang lain dan perusahaan sehingga pada akhirnya timbul loyalitas dan komitmen terhadap perusahaan akan sangat dipengaruhi oleh usaha-usaha yang dilakukan oleh orang tersebut segera setelah ia diterima bekerja. Usaha-usaha tersebut menyangkut hubungan dengan rekan kerja, atasan/bawahan, dan kepedulian terhadap diri sendiri dan lingkungan sekitarnya.

Hubungan baik dengan rekan kerja baru dan keinginan yang kuat untuk menjadi bagian dari sebuah team/group dapat membuka jalan bagi terciptanya loyalitas dan komitmen. Namun harus disadari bahwa tidak semua rekan kerja baru memahami apa yang ada dalam pikiran karyawan yang baru. Dengan demikian ada kemungkinan bahwa mereka salah dalam memahami perasaan karyawan baru yang telah mengalami masa-masa sulit pencarian pekerjaan. Oleh karena itu, tanpa bermaksud meminta rasa belah kasihan atau bertindak defensive, ada baiknya anda (karyawan baru) memberitahu atasan/bawahan dan rekan kerja anda tentang apa yang pernah anda alami di masa lalu. Jika anda termasuk tipe orang yang extrovert (outgoing) proses integrasi dengan perusahaan dan rekan kerja mungkin dapat berlangsung dengan mudah. Tetapi jika anda termasuk orang dengan tipe introvert, mungkin akan agak sulit memulai hubungan dengan rekan kerja yang baru, sehingga tidak jarang dianggap sombong. Namun demikian ini bukanlah suatu pilihan, melainkan suatu kewajiban yang harus dilakukan jika anda ingin memperoleh dukungan dari rekan-rekan baru anda.

Jika anda termasuk individu yang rational, seorang pemikir yang obyektif, mungkin ada baiknya anda melakukan analisa terhadap berbagai kejadian dan reaksi anda dalam menyikapi setiap kejadian tersebut. Catatlah faktor-faktor apa yang telah mengakibatkan diri anda terkena PHK, pelajari hal-hal yang dialami selama masa pencarian pekerjaan, apa tujuan yang ingin dicapai dalam beberapa tahun ke depan dan apakah kelebihan atau keuntungan dari jabatan anda yang baru ini. Dengan melakukan analisa tersebut anda akan dapat mengurangi ketakutan yang tidak rasional, mengurangi pikiran-pikiran yang tidak produktif, dan dapat lebih fokus pada kekuatan dan sumber daya individu yang ada saat ini..

Bagi mereka yang merasa kehilangan kendali terhadap diri dan alam sekitarnya sebagai akibat dari kehilangan pekerjaan mungkin akan mengabaikan kesehatan fisik dan jiwa mereka. Meskipun kesehatan jiwa tidak selalu berarti memiliki kondisi fisik yang prima, namun secara faktual akan sangat sulit bagi seseorang untuk peduli terhadap kondisi fisiknya jika ia tidak sejahtera secara mental. Demi meningkatkan kesehatan mental dan fisik, maka setelah mendapatkan pekerjaan baru cobalah melakukan kebiasaan-kebiasaan baru yang berguna bagi keseimbangan fisik dan mental seperti melakukan olahraga atau diet. Akan sangat baik jika anda bergabung dalam kelompok (club) olahraga dimana anda dapat berinteraksi dan bekerjasama dengan orang lain.

Suatu teknik yang disebut "Mental Imaging" mungkin akan sangat berguna untuk menghilangkan pikiran-pikiran negatif yang muncul pada saat anda telah diterima bekerja kembali. Cara kerja teknik ini adalah dengan menyusun skenario (secara mental) tentang suatu kondisi kerja yang stabil, aman, lalu identifikasi perilaku-perilaku produktif yang dapat menunjang anda mencapai kesuksesan sehingga anda optimis dapat melangkah ke masa depan yang lebih cerah. Sekali skenario tersusun, cobalah berperilaku menurut skenario tersebut.

Penyembuhan luka psikologis tentulah harus disertai dengan usaha keras dan perhatian yang sangat serius dari individu yang bersangkutan untuk mengatasi keraguan terhadap dirinya sendiri dan mendapatkan kembali kepercayaan dan komitment terhadap perusahaan. Ingatlah bahwa sekali anda diterima bekerja artinya anda mempunyai kewajiban untuk memberikan yang terbaik dari semua hal yang anda miliki kepada perusahaan seperti yang pernah anda janjikan ketika wawancara atau proses penerimaan karyawan. Pada akhirnya nanti mungkin kontribusi anda akan sangat menentukan kelangsungan hidup perusahaan, karir anda, dan keamanan kerja bagi rekan-rekan yang lainnya

(Dave)
Suka dengan artikel ini? [Bagikan artikel ini ke teman2-mu di FACEBOOK. Klik disini]


Posted: 30 March 2007 20:486547 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
No Ratings have been Posted.
Artikel Sebelumnya:
Situs Lowongan Kerja

[lowongan] Hilangkan Informasi Negatif dalam CV Anda

[lowongan] Persiapan Menghadapi Psikotes

[lowongan] Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)

[lowongan] Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara?

Artikel Lainnya:
Renungan Harian Katolik RenunganPKarmCSE.com

(ads) Lowongan Kerja - Hairstylist - Jakarta

(ads) Lowongan Pekerjaan - Cashier untuk SPA - Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Therapist SPA Jakarta

(ads) Lowongan Kerja Business Manager SPA - Jakarta

Koleksi ucapan/sms Selamat Tahun Baru 2011

Pesan Paus untuk para Imam: "Kita Harus nge-Blog"

Penyakit Kawasaki Hadir di Indonesia;; 5.000 Balita Menderita Penyakit Kawasaki;; RS Omni Dirikan Kawasaki Center

Netbook HP (Notebook mini Hewlett-Packard) yang paling dicari saat ini: HP mini 1013TU, HP 1169, HP 1179

Melakukan Lima Usaha Marketing (3)


Iklan-iklan di bawah ini titipan dari Sponsor.GSN SOEKI tidak bertanggung jawab dengan isi iklan di bawah ini:




It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!