Koleksi artikel Karir, Komputer, Pengembangan Pribadi, Rohani dll
Home · Terbaru · Populer · Web Links 23 Nov 2008
GSN recommended web :
Motivator - Haryanto Kandani

Search

Artikel Web Link

GSN recommended:
Soeki Berbagi Pengalaman Mendapat Uang dari Internet

Berlangganan artikel terbaru di GSN WOUW:

WOUW Online Support:
YM globalgsn
YM ID: globalgsn

Kategori
Excel Tips
Film Bioskop
Humor
Karir
Keluarga
Komputer & Internet
Pemasaran
Pengembangan Pribadi
Pernikahan
Relasi
Rohani
Virus & Antivirus
Webmaster
Lain-lain

BOOM ke puluhan situs. Hanya 30rb++ !!!

Pasang Iklan di GSN Wouw

Haryono Tours & Travel

Dynamis IT Superstore

Sumber Informasi




Feed Back
Nama:
Email:
Pertanyaan/ Masukan/ Request Artikel/ Comment:

. . . .
[lowongan] Wawancara dan Tes Psikologi (Psikotes)
Berbohong saat tes wawancara bukan hanya tak berguna, tapi juga bisa membuat Anda tidak diterima. Lebih bijaksana bila pertanyaan dijawab apa adanya, spontan, langsung ke pokok persoalan, tidak mengada-ada, tidak menggurui, dan sopan.

"Padahal tinggal wawancara lo, kok gagal. Dulu juga begitu, selalu kandas di tahap ini". Keluhan macam itu banyak kita dengar dari mereka yang tak lolos dalam wawancara psikologi untuk melamar kerja. Sebuah kenyataan yang menyesakkan, apalagi kebanyakan tahapan wawancara berada diakhir proses seleksi. Lolos di sini berarti si calon diterima di tempat kerja yang baru.

Wawancara psikologi punya banyak makna. Ada beberapa versi, salah satunya, menurut Bingham dan Moore, wawancara adalah "... conversation directed to define purpose other than satisfaction in the conversation itself". Sedangkan menurut Weiner, "The term interview has a history of usage going back for centuries. It was used normally to designate a face to face meeting of individual for a formal conference on some point."
http://www.gsn-soeki.com/wouw/

Dari kedua definisi itu didapatkan kondisi bahwa wawancara adalah pertemuan tatap muka, dengan menggunakan cara lisan, dan mempunyai tujuan tertentu.

Jangan dibayangkan wawancara itu sama dengan interogasi karena tujuan utamanya memang "berbeda", meskipun sedikit serupa dalam hal menggali dan mencocokkan data. Yang pasti, cara yang dipergunakan dalam kedua hal itu berlainan.

Interogasi lebih menekankan pada tercapainya tujuan, dengan berbagai cara dan akibat, baik secara halus maupun kasar. Posisi interogator lebih tinggi dan bebas daripada yang diinterogasi, serta lebih langsung.

Bandingkan dengan wawancara psikologi, di mana kedudukan antara pewawancara dan yang diwawancarai relatif setara. Kondisinya pun berbeda, karena tidak ada penekanan serta tidak menggunakan kekuasaan. Bahkan dalam kondisi ekstrem, seorang calon karyawan yang diwawancarai bisa saja tidak menjawab, pewawancara pun tidak akan memaksa. Namun, hal itu tentu akan sangat mempengaruhi penilaian dalam pengambilan keputusan seorang psikolog.

Cocok berbobot

Wawancara dalam tes psikologi (psikotes) sebenarnya satu paket dengan tes tertulisnya. Tes ini bertujuan mencari orang yang cocok dan pas, baik dari tingkat kecerdasan, serta sifat dan kepribadian. Istilah kerennya mendapatkan "the right man in the right place".

Posted: 26 December 2006 12:473001 Reads - Print
Ratings
Please select your Rating:
No Ratings have been Posted.
Artikel Sebelumnya:
[lowongan] Sopankah Menanyakan Hasil Wawancara?

[lowongan] Apa Yang Anda Ketahui Tentang Perusahaan Kami?

Time To Change

Sifat-sifat yang Tidak Disukai Oleh Atasan (by Buntje Harboenangin)

Pahami Tingkah Klien Anda

Artikel Lainnya:
Harapan Anda terhadap pasangan.. berlebihan??

Tidak Dipakai Lagi

Cara British Airways menghadapi rasialisme

Kisahnya Oprah Winfrey

Hati Seorang Ayah

(Free) Sample OLAY, benar2 gratis dan benar2 ada

(ads) Donaldstoys Mainan Anak

Windows XP Ditarik Dari Peredaran, Windows 7 Masih Belum Siap Luncur

Sudah dapat 2,7juta dari pekerjaan sampingan

(update) Lowongan pekerjaan (Freelance). Kerja di rumah. Bukan MLM



It's free for YOU. Gratis untuk ANDA!